HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG PENYAKIT TB PARU DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DI PUSKESMAS PETERONGAN JOMBANG

Authors

  • Ismaildin Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Jombang
  • Sylvie Puspita Program Studi Sarjana Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Jombang
  • Elly Rustanti Program Studi Sarjana Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Jombang

DOI:

https://doi.org/10.60050/lkh.v4i1.9

Keywords:

Pengetahuan, Kepatuhan Minum Obat, TB Paru

Abstract

TBC dapat menyerang siapa saja dan semua golongan, segala kelompok umur serta jenis kelamin. Lebih dari 8 juta orang didunia terkena TBC aktif setiap tahunnya dan lebih 2 juta meninggal dunia Kuman ini paling sering menyerang organ paru dengan sumber penularan adalah pasien TB paru Basil Tahan Asam (BTA) positif (Amin dan Bahar, 2015). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan Tentang Penyakit TB Paru Dengan Kepatuhan Minum Obat Di Puskesmas Peterongan Jombang.
Penelitian ini dilakukan pada tanggal 30 Juli - 08 Agustus 2018 di Puskesmas Peterongan Jombang. Dalam penelitian ini desain penelitian Analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Dalam penelitian ini populasi penelitian 40 pasien penderita TB paru di Puskesmas Peterongan dengan tehnik Purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 24 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi, setelah data terkumpul dianalisa dengan uji Rank spearman.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat hubungan antara pengetahuan tentang penyakit TB Paru dengan kepatuhan minum obat yaitu pada uji Rank spearman p-value: 0,00 ( p-value < 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan tentang penyakit TB Paru dengan kepatuhan minum obat di Puskesmas Peterongan Jombang. Nilai correlation coefficient sebesar 0,699 (kuat)
Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa pengetahuan tentang penyakit TB Paru mempengaruhi kepatuhan minum obat penderita TBC tersebut. Dibuktikan dengan penderita TB paru yang memiliki pengetahuan tentang penyakit TB Paru baik memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi, dengan hasil penelitian ini maka diharapkan keluarga, masyarakat dan pihak yang lain memberikan perhatian khusus bagi penderita TB Paru agar patuh minum obat.

References

Amin, Z., dan Bahar, A. 2009. Tuberkulosis Paru. Dalam A. W. Sudoyo, B. Setiyohadi, A.

Azwar, 2015. Teori pengetahuan. EGC: Jakarta

Depkes RI. (2013). Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta; Direktorat

Jendral Bina Kesehatan Masyarakat

Ekayani. D. 2016. Kepatuhan Minum Obat. EGC : Jakarta

Green dalam Notoatmodjo,( 2013). Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta

Kemenkes RI. (2018). Profil kesehatan profinsi Jawa Timur. Available online (http:dinkes.jatimprov.go.id diaskes 16-04-2018, jam: 19.00 WIB)

Mudzakir. (2018). Psikologi Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia

Stanley,. 2007). Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Jakarta. Andri

Supryanto. 2010. Dukungan Sosial Dari Masyarakat Jakarta: PT. Alax Media Komputindo

WHO. (2016). Global Tuberculosis Report. World Health Organization

Published

2020-02-25

How to Cite

Ismaildin, Puspita, S., & Rustanti, E. (2020). HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG PENYAKIT TB PARU DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DI PUSKESMAS PETERONGAN JOMBANG. Literasi Kesehatan Husada: Jurnal Informasi Ilmu Kesehatan, 4(1), 12–17. https://doi.org/10.60050/lkh.v4i1.9

Issue

Section

Articles